Oleh : Alyandra Maulidavieska. P

Pada awal tahun 2025, Alya, seorang siswi kelas 10 di SMA Muhammadiyah, menerima kabar gembira bahwa dia terpilih untuk mewakili sekolah dalam lomba Ekonomi pada Olimpiade Muhammadiyah Berprestasi Nasional (OMBN). Setelah mengikuti seleksi yang ketat di tingkat Kabupaten dan provinsi, Alya merasa sangat terhormat dan bersemangat untuk mengikuti lomba tingkat nasional yang akan diadakan di Kampus Unimus, Semarang.

Persiapan dan Dukungan dari Guru Pembimbing dan Kepala Sekolah

Perjalanan Alya dimulai dengan persiapan intensif. Guru pembimbingnya, Ustadzah Nur Aini, S.E.I., M.E, menjadi sosok yang selalu mendukung dan memberikan bimbingan dengan penuh perhatian. Setiap Ahad, Alya menemui Ustadzah Aini untuk mengasah pemahaman tentang pelajaran ekonomi, mempersiapkan materi lomba, dan menyelesaikan latihan soal yang diberikan. Tak jarang, Ustadzah Aini memberikan motivasi agar Alya tetap semangat, meskipun persaingan semakin ketat. Selain itu, kepala sekolah, Ustadzah ST. Cholilah, S.Pd juga sangat berperan dalam perjalanan Alya menuju OMBN 2025. Ustadzah Cholilah mengurus segala biaya dan kebutuhan untuk perjalanan ke Semarang, mulai dari transportasi hingga akomodasi. Dukungan penuh dari Ustadzah Cholilah membuat Alya merasa lebih percaya diri dan siap menghadapi tantangan di lomba tersebut.

Perjalanan ke Semarang dan Penginapan

Pada tanggal 24 Januari 2025, Alya bersama dengan Ustadzah Cholilah dan Ustadzah Aini berangkat menuju Semarang sebelum matahari terbit yakni sebelum subuh ketika lagi mengantuk ngatuknya tetapi Alya tetap semangat untuk berlomba di Semarang. Perjalanan berlangsung lancar dengan menggunakan KAI (Kereta Api Indonesia) yang sudah disiapkan oleh pihak sekolah yakni Ustadzah Cholilah. Sesampainya di Semarang, kami menginap di sebuah penginapan yang nyaman yakni Wisma Cut Meutia LPMPyang terletak di Jl. Kyai Mojo, Semarang Jawa Tengah. Penginapan yang tenang dan nyaman menjadi tempat yang sempurna bagi Alya serta Ustadzah Cholilah dan Ustadzah Aini untuk beristirahat setelah perjalanan dari LPMP ke Unimus sekitar 30 menit dengan menaiki grab. Kadang kami juga difasiliatasi oleh panitia.

Kemeriahan Pembukaan di Kampus Unimus

Malam harinya, pada tanggal 24 Januari 2025, upacara pembukaan OMBN di Kampus Unimus diadakan dengan sangat meriah. Kampus Unimus tampak penuh dengan peserta dari berbagai daerah diseluruh Indonesia yang datang untuk mengikuti lomba. Semua peserta tampak antusias dan semangat. Alya dan peserta lainnya diberikan sambutan hangat oleh panitia, yang juga mengenalkan acara- acara yang akan berlangsung selama lomba. Suasana di Unimus sangat hidup, dan para peserta merasa sangat dihargai dan didorong untuk memberikan yang terbaik.

Olimpiade Ekonomi Tingkat Nasional

Tanggal 25 Januari 2025, hari yang paling ditunggu-tunggu pun tiba. Lomba Ekonomi dimulai di Kampus Unimus, dan peserta dari seluruh Indonesia mulai berkompetisi. Peserta yang hadir datang dari berbagai SMA, terdiri dari kelas 10, 11, dan 12. Para peserta tampak sangat serius dan fokus dalam mengerjakan soal-soal yang diberikan. Alya yang merupakan peserta dari kelas 10, merasa sedikit gugup, tetapi ia tetap berusaha tenang dan memberikan yang terbaik.

Kuliner Kota Semarang

Setelah pembukaan, Alya, Ustadzah Aini serta Ustadzah Cholilah sempat menjelajahi kuliner khas Semarang yang terkenal lezat. Kami mencicipi Lumpia Semarang yang terkenal, serta Tahu Gimbal yang rasanya begitu nikmat. Setiap sudut kota Semarang menawarkan makanan yang menggugah selera, dan Alya sangat menikmati kesempatan ini untuk mencoba kuliner lokal.

Wisata dan Budaya Semarang

Semarang juga dikenal dengan tempat wisatanya yang memukau. Setelah hari pertama lomba selesai, Alya dan rombongan berkesempatan mengunjungi beberapa tempat wisata. Kami mengunjungi Lawang Sewu yang melegenda, sebuah bangunan bersejarah yang sangat terkenal di Semarang, serta Kota Lama yang kaya akan arsitektur kuno. Di sana, kami belajar banyak tentang sejarah dan budaya Semarang yang penuh warna. Tak hanya itu, budaya Semarang yang kental terasa di sepanjang perjalanan. Kami juga menyaksikan beberapa pertunjukan seni tradisional yang menggambarkan keindahan budaya Jawa Tengah. Semua ini membuat Alya semakin mencintai keberagaman Indonesia.

Souvenir Kota Semarang

Saat berkeliling kota, Alya tidak lupa membeli beberapa souvenir khas Semarang sebagai kenang- kenangan. Saya membeli mini mug Lawang Sewu dan juga keychain Tapak Suci yang khas bagi sekolah Muhammadiyah yang cantik. Souvenir-souvenir ini menjadi simbol dari pengalaman berharga yang Alya dapatkan selama mengikuti lomba OMBN.

Bahasa di Kota Semarang

Bahasa yang digunakan di Semarang adalah bahasa Jawa, meskipun banyak juga orang yang menggunakan bahasa Indonesia dengan lancar. Alya sedikit berusaha belajar beberapa kata dalam bahasa Jawa untuk lebih dekat dengan budaya lokal, meskipun sebagian besar interaksi masih menggunakan bahasa Indonesia.

Panitia Lomba yang Profesional

Selama lomba, panitia yang terorganisir dengan baik memastikan semua peserta merasa nyaman. Mereka memberikan waktu yang cukup bagi setiap peserta untuk mengerjakan soal, dan menjaga kelancaran acara agar berjalan sesuai jadwal. Panitia juga sangat membantu saat peserta membutuhkan informasi atau bantuan teknis.

Orang-Orang yang Berjasa

Selain guru pembimbing dan kepala sekolah, ada banyak orang yang berjasa dalam perjalanan Alya menuju lomba ini. Teman-teman sekolah yang selalu memberikan dukungan moral, serta keluarga yang mendoakan dengan tulus. Semua dukungan ini menjadi kekuatan bagi Alya untuk terus berusaha dengan penuh semangat.

Perasaan Alya Setelah Menjadi Juara

Setelah melalui semua tahap lomba, akhirnya diumumkan pemenang lomba Ekonomi OMBN 2025. Alya merasakan jantung yang berdebar ketika namanya disebut sebagai salah satu pemenang. Perasaan campur aduk pun muncul—antara terkejut, bahagia, dan bangga. Alya meraih juara 3 di lomba Ekonomi tingkat Nasional, dan semua kerja keras serta dukungan yang diberikan oleh Ustadzah Aini, Ustadzah Cholilah, serta semua orang yang mendukung Alya menjadi sangat bermakna. Alya merasa bahwa prestasi ini bukan hanya untuk diri sendiri, tetapi juga untuk sekolah dan orang- orang yang telah mendukung. Alya berjanji untuk terus belajar dan berusaha lebih baik lagi di masa depan. Pengalaman ini akan selalu menjadi kenangan manis yang tidak akan terlupakan, dan sekaligus menjadi motivasi untuk terus berprestasi selama menempuh Pendidikan di Sekolah tercinta SMA Muhammadiyah 1 Bangkalan.

Perjalanan Alya menuju OMBN dan lomba Ekonomi di Unimus bukan hanya tentang kemenangan, tetapi juga tentang pengalaman berharga yang Alya dapatkan sepanjang perjalanan. Dari dukungan guru dan kepala sekolah, merasakan kemeriahan di Semarang, hingga berkenalan dengan budaya lokal, semuanya membentuk cerita yang tak akan terlupakan dalam hidupnya. Sebuah perjalanan yang mengajarkan arti perjuangan, persahabatan, dan rasa syukur atas setiap kesempatan yang diberikan. Serta Sangat berterimakasih banyak kepada Ustadzah Cholilah yang sudah banyak membantu Alya dalam proses lomba di Semarang dan juga kepada Ustadzah Aini yang sudah mau menyempatkan waktu nya bagi Alya untuk bimbingan ekonomi sebelum lomba.

Categories: Uncategorized

0 Comments

Leave a Reply

Avatar placeholder